
Yogyakarta – Setelah hampir dua dekade mewarnai dunia musik Indonesia dan Asia Tenggara, band legendaris Sheila On 7 mengumumkan tur besar bertajuk “Kita Bersama” World Nostalgia Tour 2025. Tur ini menjadi penanda kembalinya formasi klasik Sheila On 7 dengan Duta, Eross, dan Adam yang akan tampil di 10 kota, termasuk dua destinasi internasional: London, Inggris dan Tokyo, Jepang.
Pengumuman ini disampaikan langsung dalam konferensi pers di Yogyakarta, tempat band ini pertama kali dibentuk. “Kita Bersama” disebut sebagai tur paling personal, emosional, dan besar yang pernah mereka lakukan—sebuah penghormatan untuk fans yang telah setia sejak era 1999 hingga hari ini.
Konsep Tur: Perjalanan Musik, Visual, dan Cerita
Tur “Kita Bersama” bukan hanya sekadar konser musik, tetapi perjalanan waktu musikal. Setiap kota akan mengusung tema era berbeda dari perjalanan SO7: dari Anugerah Terindah, Pejantan Tangguh, Berlayar Denganku, hingga Film Favorit dan Lapang Dada.
Dalam satu pertunjukan berdurasi 2,5 jam, penggemar akan disuguhi:
-
40 lagu terpilih, termasuk versi live akustik dan remix orkestra.
-
Narasi dokumenter singkat antara segmen lagu, menceritakan kisah di balik setiap album.
-
Kolaborasi visual panggung interaktif dengan teknologi projection mapping 360° dan hologram video arsip.
-
Merchandise khusus bergaya retro tahun 2000-an, dibuat terbatas untuk masing-masing kota.
Jadwal Tur Resmi “Kita Bersama” 2025
Berikut jadwal dan kota yang akan disambangi:
-
Yogyakarta – 23 Agustus
-
Jakarta – 30 Agustus
-
Bandung – 6 September
-
Surabaya – 13 September
-
Makassar – 20 September
-
Medan – 27 September
-
Balikpapan – 5 Oktober
-
Kuala Lumpur – 12 Oktober
-
Tokyo – 19 Oktober
-
London – 26 Oktober
Pihak promotor menyatakan bahwa penjualan tiket untuk konser Yogyakarta dan Jakarta sudah habis dalam 2 jam pertama sejak pembukaan pre-sale, dan situs resmi sempat down karena tingginya antusiasme fans lintas generasi.
Reuni, Dedikasi, dan Era Baru
Tur ini juga menandai resmi kembalinya Sheila On 7 ke format manajemen mandiri, setelah selama beberapa tahun vakum dari tur besar. Duta menyebut bahwa proyek ini didorong oleh kerinduan akan “koneksi langsung” dengan penggemar:
“Kami ingin kembali ke panggung bukan hanya untuk bernyanyi, tapi untuk menyapa, menatap, dan mengucapkan terima kasih. Kita semua bertumbuh bersama. Maka tur ini kami beri nama Kita Bersama.”
Eross menambahkan bahwa sebagian keuntungan tur akan disumbangkan untuk program “Satu Suara untuk Pendidikan”, sebuah inisiatif pengadaan alat musik dan pelatihan vokal untuk sekolah-sekolah terpencil di Indonesia.
Antusiasme Penggemar dan Komunitas Musik
Di media sosial, pengumuman ini langsung trending dengan tagar #SheilaOn7KitaBersama, #TurSO7 dan #Anak90anBangkit. Banyak netizen menyebut tur ini sebagai “mimpi masa muda yang akhirnya datang kembali”.
Komunitas penggemar SO7 dari berbagai kota bahkan telah membuat paket perjalanan kolektif agar bisa mengikuti lebih dari satu konser. Di luar negeri, komunitas diaspora Indonesia di Tokyo dan London juga telah menyiapkan sesi gathering dan karaoke massal menyambut kedatangan band ini.
Dampak Budaya dan Kebangkitan Band 90-an
Sheila On 7 bukan hanya band, tetapi fenomena budaya. Di tengah era musik digital dan viral, mereka membuktikan bahwa lagu-lagu yang jujur dan penuh makna tak lekang oleh waktu. Tur “Kita Bersama” bukan hanya momen nostalgia, tetapi juga kebangkitan romantisme musik Indonesia era 90-an dan awal 2000-an.
Label rekaman mereka bahkan merencanakan rilis ulang album lawas dalam format vinyl dan kaset pita, sebagai bagian dari rangkaian tur dan strategi pelestarian musik klasik Indonesia.
Penutup
“Sheila On 7 – Kita Bersama 2025” adalah bukti bahwa musik yang tulus, lirik yang jujur, dan koneksi yang nyata akan selalu hidup di hati pendengarnya. Dalam 10 kota, jutaan jiwa akan menyanyikan lagu-lagu yang pernah mengiringi masa muda mereka. Dan di atas panggung, Duta dan kawan-kawan akan kembali mengukir kisah, bukan hanya dengan nada—tapi dengan kenangan.