Big match Liga Inggris antara Liverpool kontra Arsenal di Anfield benar-benar menjadi sorotan. Kedua tim datang dengan performa impresif, sama-sama berada di papan atas klasemen. Namun, hasil akhir menunjukkan dominasi mutlak Liverpool dengan kemenangan telak 3-0.
Sejak awal laga, Liverpool langsung tampil menekan. Dukungan penuh suporter Anfield membuat pasukan Jürgen Klopp bermain penuh energi. Tekanan tinggi mereka membuat Arsenal kesulitan mengembangkan permainan. Mohamed Salah membuka keunggulan pada menit ke-22 setelah menerima umpan terobosan Darwin Núñez dan melepaskan tembakan ke sudut gawang yang tak mampu dijangkau Aaron Ramsdale.
Gol tersebut membuat permainan Liverpool semakin hidup. Arsenal mencoba bangkit lewat serangan balik cepat melalui Bukayo Saka dan Gabriel Martinelli, namun lini belakang The Reds yang dikomandoi Virgil van Dijk tampil sangat solid. Justru pada menit ke-41, Liverpool menambah keunggulan lewat sundulan Núñez setelah memanfaatkan umpan silang akurat Trent Alexander-Arnold.
Memasuki babak kedua, Klopp tetap menginstruksikan anak asuhnya untuk menekan. Arsenal yang tertinggal semakin frustrasi dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Pada menit ke-67, Cody Gakpo menutup pesta gol Liverpool setelah melakukan kerja sama apik dengan Salah, menggetarkan jala Arsenal untuk ketiga kalinya.
Kemenangan 3-0 ini bukan hanya memperlihatkan kedigdayaan Liverpool di Anfield, tetapi juga memberikan pesan kuat dalam perebutan gelar. Klopp memuji kinerja timnya, terutama bagaimana lini serang dan pertahanan bekerja sama dengan sangat disiplin. “Kami bermain sebagai satu kesatuan. Inilah sepak bola Liverpool yang sebenarnya,” ujar Klopp.
Di sisi lain, Mikel Arteta mengakui timnya kalah kelas pada laga ini. Ia menekankan bahwa Arsenal harus belajar banyak agar tetap bisa bersaing di jalur juara. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi The Gunners, namun mereka bertekad segera bangkit pada laga berikutnya.