Jakarta, 5 Mei 2026 – Seorang dokter internship asal Universitas Sriwijaya (Unsri) dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas di wilayah Jambi. Peristiwa ini langsung memicu perhatian publik, terutama di kalangan tenaga kesehatan dan dunia pendidikan kedokteran.
Pihak kampus Universitas Sriwijaya menyampaikan duka mendalam atas kepergian salah satu alumninya tersebut. Dalam pernyataan resminya, pihak universitas juga memastikan telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengetahui secara jelas kronologi kejadian yang menyebabkan meninggalnya dokter muda tersebut.
Menurut informasi awal, dokter internship tersebut tengah menjalani masa penugasan sebagai bagian dari program wajib sebelum memperoleh izin praktik penuh. Program internship sendiri merupakan tahap penting bagi lulusan kedokteran untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam pelayanan kesehatan di fasilitas medis.
Kampus menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan pendampingan kepada keluarga korban serta terus memantau proses penanganan kasus ini. Selain itu, evaluasi terhadap sistem pembinaan dan pengawasan selama masa internship juga menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak terulang.
Kasus ini kembali membuka diskusi mengenai beban kerja dan tekanan yang dihadapi dokter internship di berbagai daerah. Sejumlah pihak menilai perlunya standar pengawasan yang lebih ketat serta dukungan psikologis yang memadai bagi tenaga medis yang masih dalam tahap awal karier.
Hingga saat ini, pihak berwenang di Jambi masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait penyebab pasti meninggalnya dokter internship tersebut. Publik pun menunggu hasil investigasi resmi yang diharapkan dapat memberikan kejelasan sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi sistem pendidikan dan pelayanan kesehatan di Indonesia.






