Jakarta, 7 Mei 2026 – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap delapan orang terduga teroris yang diduga terkait jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di wilayah Sulawesi Tengah.
Penangkapan dilakukan dalam operasi antiteror yang berlangsung di sejumlah lokasi berbeda dan melibatkan pengamanan ketat dari aparat kepolisian.
Pihak kepolisian menyebut operasi tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan terhadap potensi ancaman terorisme dan pengembangan jaringan kelompok radikal di Indonesia.
Para terduga diamankan setelah aparat melakukan serangkaian penyelidikan dan pemantauan terhadap aktivitas yang diduga berkaitan dengan jaringan teror.
Selain melakukan penangkapan, petugas juga melakukan penggeledahan di beberapa lokasi untuk mencari barang bukti yang berkaitan dengan aktivitas kelompok tersebut.
Dari hasil operasi awal, aparat disebut mengamankan sejumlah barang yang kini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh tim penyidik.
Pihak berwenang menegaskan bahwa langkah penindakan dilakukan sesuai prosedur hukum dan merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan nasional serta mencegah potensi aksi teror di masyarakat.
Jamaah Ansharut Daulah sendiri selama ini dikenal sebagai kelompok yang beberapa kali dikaitkan dengan jaringan ekstremisme dan aksi teror di Indonesia.
Pengamat keamanan menilai kelompok radikal saat ini cenderung bergerak dalam pola kecil dan tertutup sehingga aparat perlu terus memperkuat sistem deteksi dini dan pengawasan.
Mereka juga menilai kerja sama antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah berkembangnya paham radikal di lingkungan sekitar.
Sulawesi Tengah selama beberapa tahun terakhir memang menjadi salah satu wilayah yang cukup sering mendapat perhatian aparat keamanan terkait aktivitas kelompok radikal bersenjata.
Karena itu, operasi penegakan hukum dan pengawasan terus dilakukan untuk memastikan situasi keamanan tetap terkendali.
Pengamat terorisme menilai penindakan terhadap jaringan teror tidak hanya memerlukan pendekatan keamanan, tetapi juga upaya pencegahan melalui pendidikan, pembinaan sosial, dan penguatan moderasi beragama.
Pemerintah juga terus mendorong program deradikalisasi untuk mencegah penyebaran paham ekstrem di tengah masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi terkait operasi antiteror tersebut.
Pihak kepolisian memastikan situasi keamanan di wilayah Sulawesi Tengah tetap dalam kondisi terkendali setelah proses penangkapan berlangsung.
Penangkapan delapan terduga teroris ini kembali menunjukkan bahwa aparat keamanan masih terus aktif melakukan langkah antisipasi guna mencegah potensi ancaman terorisme di berbagai daerah Indonesia.
Dengan operasi yang terus dilakukan secara berkelanjutan, pemerintah berharap stabilitas keamanan nasional tetap terjaga dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan tenang.






