Terjadi ketegangan serius di Desa Betung Bedarah Timur, Kecamatan Tebo Ilir, antara kelompok Suku Anak Dalam (SAD) dan sekuriti sebuah perusahaan sawit pada Selasa, 29 April. Insiden memuncak saat tujuh anggota SAD tertangkap mengutip berondolan sawit, lalu dikeroyok oleh petugas yang mengakibatkan satu anggota SAD tewas .
🔎 1. Kronologi & Penanganan Awal
Patroli gabungan oleh sekuriti dan warga setempat menemukan anggota SAD sedang mengambil buah sawit di lahan perusahaan PT PHK Makin Group. Aksi diamankan, namun terjadi penganiayaan hingga satu tewas jektvnews.disway.id+8detik.com+8tribratanews.jambi.polri.go.id+8.
Pasca-kejadian, Polres Tebo menurunkan 50 personel untuk mengamankan area dan mencegah bentrokan lanjutan, sambil melakukan mediasi melalui dialog dengan Tokoh Temenggung SAD detik.com.
🛑 2. Tanggapan Pemerintah & Penegakan Hukum
Gubernur Jambi, Al Haris, menyatakan situasi sudah kondusif dan menganjurkan semua pihak duduk bersama—aparat, perusahaan, tokoh adat, dan komunitas SAD—untuk mencari solusi damai, termasuk opsi hukum adat reddit.com+12antaranews.com+12independenmedia.id+12.
Polisi pun menetapkan dua sekuriti sebagai tersangka atas tewasnya anggota SAD, sambil tetap menerapkan pengamanan ketat detik.com+2antaranews.com+2suara.com+2.
🌳 3. Konflik Agraria Berkepanjangan
Insiden ini hanyalah salah satu contoh dari konflik berulang antara masyarakat adat dan perusahaan di Jambi. Kasus serupa sering terjadi, seperti konflik lahan PT BSU dan bentrokan antara SAD hanya karena persoalan lahan makam dan pencurian sawit suara.com+4persbhayangkara.id+4kompas.id+4.
Konflik semacam ini sering dipicu sentimen primordial, kesenjangan sosial, serta persoalan hak kelola tanah dan sumber daya alam detik.com+5medialintassumatera.net+5persbhayangkara.id+5.
🏛️ 4. Upaya Pemulihan & Pencegahan
Ketua DPRD Jambi, Edi Purwanto, mengusulkan pembentukan kawasan khusus SAD agar masyarakat adat tidak konflik terus-menerus dengan pihak eksternal liputan6.com+12jektvnews.disway.id+12suara.com+12.
Selain itu, dialog adat terus digencarkan, sebagaimana telah dilakukan DPRD Sarolangun dan LAM Jambi dalam penyelesaian konflik internal SAD di Batanghari oerban.com+1antaranews.com+1.
📌 Kesimpulan
Konflik di Tebo menggarisbawahi kompleksnya persoalan agraria di Jambi: sederhana di permukaan—pengambilan sawit—namun mengandung akar panjang terkait akses lahan, hak adat, dan ketimpangan sosial.
Solusi berkelanjutan diperlukan: pengakuan hak kelola SAD, dialog lintas pihak (negara, adat, perusahaan), dan penyelesaian hukum yang adil—baik pidana maupun adat.