“Eva Celia Umumkan Album Baru dan Rencana Kolaborasi dengan Musisi Jepang di Tokyo Jazz Festival 2025”“Eva Celia Umumkan Album Baru dan Rencana Kolaborasi dengan Musisi Jepang di Tokyo Jazz Festival 2025”

11 Juli 2025

Musisi dan aktris multitalenta Eva Celia kembali mencuri perhatian pecinta musik internasional setelah secara resmi mengumumkan perilisan album studio ketiganya bertajuk “Solstice Echo” dan rencana kolaborasi lintas negara dalam wawancara eksklusif di Tokyo Jazz Festival 2025.

Putri dari musisi jazz legendaris Indra Lesmana ini tampil sebagai salah satu bintang utama mewakili Asia Tenggara dalam festival bergengsi tersebut yang digelar di Shibuya Stream Hall, Tokyo, pada 10 Juli 2025.


Album Solstice Echo: Perpaduan Jazz, Neo-Soul, dan Nuansa Nusantara

Album ini disebut sebagai karya paling personal dan eksperimental dari Eva Celia, dengan pengaruh dari:

  • Jazz klasik dan bebop

  • Neo-soul dan elektronik ambient

  • Unsur musikal etnik seperti suling Bali dan kendang Sunda

  • Lirik introspektif tentang waktu, identitas, dan pergeseran alam

Dalam wawancara, Eva menyebut:

Solstice Echo adalah refleksi dari perjalanan batin dan pencarian harmoni antara Timur dan Barat, antara suara modern dan akar lokal.”

Album ini akan dirilis pada 20 Agustus 2025 secara global, dengan distribusi digital dan vinil terbatas.


Kolaborasi Internasional

Yang membuat pengumuman ini semakin menarik adalah rencana kolaborasi Eva dengan:

  • Hiromi Uehara, pianis jazz Jepang ternama

  • Kota The Friend, rapper dan spoken-word artist asal Brooklyn

  • Musisi indie asal Bandung, Baskara Putra (Hindia)

Mereka akan merilis single kolaboratif berjudul “Across the Silence”, menggabungkan jazz progresif, hip-hop liris, dan vokal etereal khas Eva.


Reaksi Industri dan Publik

Pengumuman ini mendapat sambutan luar biasa dari penikmat musik Asia dan internasional. Majalah Rolling Stone Japan menyebut Eva sebagai:

“Artis penghubung antara generasi baru Indonesia dengan panggung global, dengan suara yang lembut namun memiliki dampak mendalam.”

Sementara itu, platform streaming seperti Spotify dan Apple Music telah menempatkan Eva Celia di jajaran “Artists to Watch 2025 Asia Edition.”


Aktivitas Lain: Film dan Sustainability

Di luar musik, Eva juga terlibat dalam:

  • Film pendek bertema lingkungan hidup produksi Netflix Asia, “Napas Hutan”

  • Kampanye #SayNoToPlastic di Bali bersama Ocean Cleanup Indonesia

  • Tur konser keliling Asia Tenggara yang akan dimulai dari Jakarta, Kuala Lumpur, hingga Seoul pada September 2025


Kesimpulan

Eva Celia bukan hanya penyanyi berbakat, tapi seniman visioner yang menjembatani suara lokal dengan dunia. Lewat Solstice Echo, ia membuktikan bahwa musik Indonesia bisa menjadi bagian dari panggung global tanpa harus kehilangan jati diri.

Related Posts

Close to You – The Carpenters: Lagu Romantis yang Lembut

Awal Popularitas The Carpenters “(They Long to Be) Close to You” adalah lagu yang dirilis pada tahun 1970 dan menjadi titik balik bagi kesuksesan besar The Carpenters. Lagu ini membawa…

Don’t Stop Believin’ – Journey: Harapan dan Optimisme Hidup

Lagu Rock Abadi yang Tak Lekang Waktu “Don’t Stop Believin’” adalah salah satu lagu paling legendaris dari band rock Amerika, Journey. Dirilis pada tahun 1981 dalam album Escape, lagu ini…

You Missed

Sepatu – Tulus: Kisah Perbedaan dalam Hubungan

Tetap Dalam Jiwa – Isyana Sarasvati: Lagu tentang Kesetiaan Hati

Persija Jakarta Raih Kemenangan Krusial Atas Bhayangkara FC

Madura United Perlihatkan Dominasi Saat Menang Telak Atas Barito Putera

Takkan Terganti – Kahitna: Cinta Sejati yang Selalu Abadi

Pandangan Pertama – RAN: Kasmaran di Awal Pertemuan