
Tanggal: 4 Juli 2025
Berau — Tersembunyi di perairan timur Kalimantan, Pulau Maratua perlahan muncul ke permukaan sebagai permata baru dalam dunia pariwisata Indonesia. Selain keindahan bawah laut yang memikat penyelam dunia, pulau ini juga memanjakan wisatawan dengan kuliner laut segar khas pesisir yang kaya rasa dan otentik.
Surga Bawah Laut yang Belum Tersentuh Mass Tourism
Pulau Maratua merupakan bagian dari Kepulauan Derawan yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pulau ini dikenal memiliki spot-spot penyelaman kelas dunia seperti Turtle Traffic, Jetty Dive, hingga Mid Reef. Banyak diver dari Eropa dan Asia menjadikan Maratua sebagai destinasi wajib setelah Bali dan Raja Ampat.
Menurut data Kementerian Pariwisata, kunjungan ke Maratua meningkat 22% sepanjang semester pertama 2025, sebagian besar adalah wisatawan penyelam yang juga mengincar ketenangan pulau terpencil dan keramahan warga lokal.
“Saya sudah menyelam di Maldives dan Thailand, tapi Maratua menawarkan sesuatu yang lebih alami dan belum terlalu komersial. Ini seperti surga yang belum terjamah,” ujar Paul Schneider, penyelam asal Jerman.
Sajian Laut Langsung dari Lautan
Setelah menyelam atau berkeliling pulau, wisatawan biasanya menyantap hasil laut segar yang dimasak dengan gaya lokal. Sate ikan tenggiri bakar, ikan kakap merah saus asam pedas, udang goreng daun kari, dan yang paling legendaris, sup kepiting kenari, menjadi favorit para pengunjung.
Yang membuat kuliner di Maratua unik adalah kesegaran bahan yang digunakan. Hampir semua restoran dan warung makan mendapatkan hasil laut langsung dari nelayan setempat. Proses masaknya pun sederhana namun penuh rasa.
“Di sini, makanan laut tidak perlu dibumbui berlebihan. Rasa asli dari ikannya sudah lezat,” ujar Nina Oktavia, chef dari Balikpapan yang tengah mengikuti tur kuliner lokal.
Promosi Wisata Berbasis Komunitas
Pemerintah Kabupaten Berau bersama Kementerian Kelautan dan Pariwisata mengembangkan program Maratua Eco Gastronomy, sebuah inisiatif pariwisata yang menggabungkan keindahan alam dengan kuliner berkelanjutan. Wisatawan bisa ikut kegiatan memancing bersama nelayan, memasak hasil tangkapan sendiri, hingga mengikuti lokakarya pengawetan ikan secara tradisional.
“Program ini tidak hanya memberikan pengalaman unik bagi wisatawan, tetapi juga mengedukasi pentingnya pelestarian laut dan pemberdayaan masyarakat pesisir,” jelas Dandri Sanjaya, koordinator program lokal.
Infrastruktur dan Akses Transportasi
Dulu sulit diakses, kini Maratua telah memiliki Bandara Maratua (IATA: RTU) dengan penerbangan langsung dari Balikpapan dan Tarakan. Dermaga baru yang dibangun pada 2024 juga membuat transportasi antar-pulau jauh lebih efisien.
Hotel-hotel ramah lingkungan dan homestay berbasis komunitas mulai menjamur, memberikan pilihan akomodasi bagi semua segmen wisatawan. Beberapa resort mewah bahkan menawarkan paket lengkap diving, kuliner, dan konservasi laut.
Kesimpulan:
Pulau Maratua adalah paket lengkap destinasi tropis Indonesia: panorama alam yang memesona, kekayaan laut yang luar biasa, dan kuliner laut yang menggugah selera. Dengan pengelolaan yang bijak dan berkelanjutan, Maratua punya potensi menjadi ikon wisata bahari Indonesia di mata dunia.