Pada 16 Juli 2025, Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan 7-day reverse repo rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,25%. Keputusan ini merupakan langkah keempat BI dalam upaya mendukung pemulihan ekonomi nasional di tengah pelemahan permintaan domestik dan ketidakpastian ekonomi global. Reuters+1kompas.id+1kompas.id+2https://indonesiabusinesspost.com/+2https://indonesiabusinesspost.com/+2
Reaksi IHSG terhadap Pemangkasan BI Rate
Pasca pengumuman tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan positif. Pada 21 Mei 2025, IHSG ditutup naik 0,7% ke level 7.142,5, didorong oleh arus masuk modal asing sebesar Rp960,4 miliar. Kenaikan ini mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi Indonesia setelah kebijakan moneter yang longgar. kompas.id
Namun, meskipun ada lonjakan singkat, beberapa analis mengingatkan bahwa IHSG mungkin menghadapi koreksi jangka pendek. Misalnya, analis dari Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 7.250–7.400 pada minggu berikutnya, dengan potensi penurunan akibat aksi ambil untung. IDN Financials+2IDN Financials+2IDN Financials+2
Faktor Pendukung dan Tantangan
Dukungan terhadap IHSG juga datang dari kesepakatan tarif impor yang lebih rendah dengan Amerika Serikat, yang dapat meningkatkan daya saing ekspor Indonesia. Selain itu, sektor-sektor sensitif suku bunga, seperti perbankan dan properti, diharapkan mendapat manfaat dari biaya pinjaman yang lebih rendah. https://indonesiabusinesspost.com/
Namun, tantangan eksternal tetap ada. Ketidakpastian kebijakan tarif AS dan potensi inflasi global dapat membatasi ruang gerak IHSG. Analis dari CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak volatil dengan kecenderungan melemah, dalam rentang support 7.260/7.205 dan resistance 7.365/7.415. IDN Financials
Proyeksi IHSG ke Depan
BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG dapat mencapai 7.300 pada akhir tahun 2025, didorong oleh pemulihan ekonomi dan stabilitas pasar. Namun, mereka juga mengingatkan pentingnya memantau data inflasi bulanan dan dinamika pasar global yang dapat mempengaruhi kinerja IHSG. https://indonesiabusinesspost.com/
Kesimpulan
Pemangkasan BI rate memberikan sentimen positif bagi IHSG, namun investor perlu tetap waspada terhadap potensi koreksi dan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi pasar. Diversifikasi portofolio dan pemantauan kondisi ekonomi global menjadi kunci dalam strategi investasi ke depan.