Tersembunyi di jantung Provinsi Bengkulu, tepatnya di Kabupaten Rejang Lebong, berdiri megah Gunung Kaba—juga dikenal dengan nama Gunung Karang—sebuah gunung api aktif dengan ketinggian sekitar 1.938 meter di atas permukaan laut. Gunung ini menjadi salah satu destinasi wisata alam dan pendakian paling menarik di Pulau Sumatra karena memiliki dua kawah aktif berdampingan dan akses yang relatif mudah.
Gunung Kaba tidak hanya menyuguhkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan nilai geologis dan ekologis tinggi. Udara segar pegunungan, hutan tropis yang asri, serta kawah belerang berwarna biru kehijauan menjadikan pengalaman ke Gunung Kaba penuh sensasi dan ketenangan.
Pesona Utama Gunung Kaba
-
Kawah Kembar yang Menakjubkan
Gunung Kaba memiliki dua kawah yang menjadi ciri khasnya:-
Kawah Lama, yang sudah tidak aktif namun tetap menyuguhkan panorama kawah luas dengan tepian yang aman untuk dinikmati.
-
Kawah Baru, masih aktif dan sering mengeluarkan asap belerang, menciptakan nuansa dramatis namun eksotis.
-
-
Panorama Alam yang Memikat
Dari atas gunung, pengunjung dapat melihat hamparan perbukitan hijau, hutan tropis, dan wilayah pertanian warga Rejang Lebong. Saat cuaca cerah, Matahari Terbit dan Terbenam bisa dinikmati dengan latar belakang lanskap pegunungan Sumatra yang menawan. -
Akses Mudah hingga Dekat Puncak
Berbeda dari gunung lain, Gunung Kaba dapat dicapai melalui jalur beraspal hingga ke area parkir yang hanya sekitar 1,5 km dari kawah, membuatnya ideal sebagai destinasi keluarga atau wisata edukasi.
Jalur dan Akses Pendakian
Gunung Kaba bisa dicapai dari Kota Bengkulu (sekitar 90 km atau 3 jam perjalanan) menuju Curup, ibu kota Kabupaten Rejang Lebong. Dari Curup, perjalanan ke kaki gunung bisa dilanjutkan ke Kawasan Wisata Bukit Kaba.
Terdapat dua opsi jalur ke puncak:
-
Jalur tangga beton (sekitar 300 anak tangga)
Cocok untuk wisatawan umum yang ingin mendaki ringan dan cepat sampai ke kawah. -
Jalur setapak alami
Melewati hutan tropis dan lebih cocok bagi pendaki atau pecinta trekking. Jalur ini menyuguhkan suasana alami dan kesempatan bertemu fauna lokal.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan
-
Menikmati Kawah dari Dekat
Kawah Baru bisa diamati dari bibir kawah dengan tetap menjaga jarak aman. Sementara Kawah Lama menawarkan area pandang lebih luas dan aman untuk duduk santai atau berfoto. -
Camping dan Menyatu dengan Alam
Terdapat beberapa area datar yang sering digunakan pendaki untuk bermalam. Malam di Gunung Kaba menawarkan langit bertabur bintang dan udara sejuk yang menyegarkan. -
Fotografi dan Edukasi Geologi
Pemandangan kawah, batuan vulkanik, serta aktivitas fumarol menjadikan gunung ini surga bagi fotografer alam dan pelajar yang mempelajari fenomena vulkanik.
Flora dan Fauna
Gunung Kaba berada dalam kawasan hutan hujan tropis yang menjadi rumah bagi beragam flora seperti anggrek liar, pakis raksasa, dan pohon-pohon berkabut, serta fauna seperti elang, lutung, dan berbagai jenis burung endemik Sumatra. Keanekaragaman hayati ini menjadikan Kaba juga penting dari sisi konservasi.
Tips Berkunjung ke Gunung Kaba
-
Gunakan pakaian hangat dan nyaman, karena suhu bisa turun drastis terutama malam hari.
-
Bawa masker atau buff, karena belerang dari kawah aktif cukup menyengat.
-
Kunjungi saat musim kemarau (Mei–September) agar jalur aman dan pemandangan lebih jernih.
-
Bawa perbekalan sendiri, karena warung hanya tersedia di area kaki gunung.
-
Jaga kebersihan dan lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merusak vegetasi sekitar.
Kesimpulan:
Gunung Kaba adalah salah satu permata tersembunyi Sumatra yang layak dijelajahi oleh pecinta alam, keluarga pencari wisata pegunungan, hingga penggiat edukasi geologi. Kombinasi antara aksesibilitas, keindahan kawah, dan ekosistem tropis menjadikannya pilihan ideal untuk berwisata, belajar, dan bersyukur atas anugerah alam Indonesia.
Di antara kabut pagi dan asap belerang yang menari-nari, Gunung Kaba memanggil dengan sunyi—menawarkan petualangan lembut yang kaya akan makna. Sebuah perjalanan singkat, namun penuh kesan mendalam dari bumi Bengkulu yang menakjubkan.