
6 Juli 2025
Terletak di ketinggian sekitar 1.200 meter di lereng Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Candi Gedong Songo merupakan salah satu kompleks candi Hindu tertua di Indonesia. Nama “Gedong Songo” berarti “sembilan bangunan”, merujuk pada sembilan candi utama yang tersebar di sepanjang jalur pendakian bukit yang indah. Situs ini bukan hanya peninggalan sejarah, tetapi juga surga wisata budaya, alam, dan spiritual yang memikat ribuan wisatawan setiap tahunnya.
Dengan udara sejuk pegunungan, lanskap hijau yang terbentang luas, serta panorama Gunung Merbabu dan Telomoyo di kejauhan, Gedong Songo menjadi tempat yang sempurna untuk kontemplasi dan petualangan ringan.
Sejarah Singkat dan Arsitektur
Candi Gedong Songo diperkirakan dibangun pada abad ke-8 Masehi oleh Wangsa Sanjaya dari Kerajaan Mataram Kuno. Ini menjadikannya situs yang lebih tua daripada Candi Prambanan. Candi-candi ini dipersembahkan kepada dewa-dewa Hindu, seperti Siwa, Brahma, dan Wisnu.
Ciri khas arsitekturnya:
-
Bangunan kecil dari batu andesit
-
Relief sederhana namun sakral
-
Tata letak linear mendaki bukit, seolah-olah mencerminkan proses spiritual menuju kesucian
-
Diapit oleh mata air panas alami dan hutan pinus
Aktivitas Wisata Menarik
-
Trekking Candi dari Gedong 1 hingga Gedong 9
Setiap candi terletak di titik berbeda dengan jalur menanjak yang cukup ramah untuk pemula. -
Pemandian Air Panas Alami
Terdapat kolam belerang di tengah-tengah jalur yang konon memiliki khasiat untuk kulit dan kesehatan. -
Naik Kuda Menyusuri Lereng
Wisatawan dapat menyewa kuda lokal untuk menikmati jalur candi tanpa kelelahan. -
Camping dan Glamping
Area sekitar Gedong Songo menyediakan spot camping serta penginapan bernuansa alam dengan pemandangan yang luar biasa. -
Spot Foto Instagramable
Jembatan kayu di tengah hutan pinus, sunrise dari ketinggian, dan siluet candi dengan latar awan tipis adalah daya tarik utama bagi pemburu foto.
Fasilitas dan Akses
Candi Gedong Songo berada di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, dengan akses:
-
Sekitar 1,5 jam dari Kota Semarang
-
Dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum via Ambarawa
-
Parkir luas, toilet, musala, dan warung makan tersedia di area wisata
Tiket masuk cukup terjangkau, dengan opsi tambahan untuk penyewaan kuda, camping, dan wahana outbound.
Tips Berkunjung
-
Datang pagi hari untuk cuaca cerah dan pemandangan optimal
-
Gunakan alas kaki nyaman untuk trekking
-
Bawa air minum dan kamera
-
Jaga kebersihan dan jangan merusak situs bersejarah
-
Perhatikan cuaca, karena hujan bisa membuat jalur licin
Warisan Budaya dan Kesadaran Sejarah
Candi Gedong Songo bukan sekadar objek wisata, melainkan pusaka budaya yang perlu dijaga dan dihormati. Pemerintah daerah bersama komunitas lokal telah berupaya menjaga kebersihan, tata kelola, dan nilai edukatif dari situs ini.
Pengunjung yang datang tidak hanya menikmati keindahan fisik, tapi juga diajak memahami makna spiritual, sejarah arsitektur, dan nilai kearifan lokal yang terkandung di balik tiap batu.
Penutup
Candi Gedong Songo adalah pengingat bahwa kejayaan masa lalu tetap hidup dalam lanskap masa kini. Di setiap langkah menuju candi yang lebih tinggi, pengunjung diajak untuk menyatu dengan alam, sejarah, dan jiwa leluhur. Bagi pencinta sejarah, petualang alam, maupun pencari kedamaian batin, Gedong Songo adalah tempat yang akan meninggalkan kesan abadi.