Manchester, 30 September 2026 – Komisi independen menyatakan Manchester City bersalah atas seluruh dakwaan yang berkaitan dengan pelanggaran serius aturan finansial Premier League selama sembilan musim, serta sebagian besar dakwaan mengenai kegagalan klub bekerja sama dalam penyelidikan. Putusan yang diumumkan pada 29 September 2026 itu menjadi perkembangan terbesar sejak City secara resmi didakwa pada Februari 2023. Perkara tersebut mencakup periode musim 2009/2010 hingga 2017/2018. Namun, hukuman terhadap Manchester City belum diputuskan dan akan dibahas dalam tahap terpisah. Klub menyatakan tidak menerima putusan tersebut dan akan menempuh proses banding.
Salah satu temuan utama komisi berkaitan dengan kontrak komersial yang dinilai tidak menggambarkan kesepakatan sebenarnya antara Manchester City dan sejumlah mitra. Komisi menyimpulkan bahwa sebagian kesepakatan tersebut digunakan untuk meningkatkan pendapatan yang dilaporkan sekaligus menekan biaya klub. Premier League menyatakan skema tersebut membuat pendapatan City terlihat lebih besar dan pengeluarannya lebih rendah dengan nilai keseluruhan lebih dari 900 juta pound sterling selama periode yang diperiksa. Dalam sejumlah kesepakatan sponsor, sebagian pembayaran yang dicatat disebut berasal dari pendanaan pemilik melalui Abu Dhabi United Group. Kondisi tersebut dinilai membuat laporan keuangan klub tidak mencerminkan keadaan finansial sebenarnya.
Dampak dari temuan tersebut tidak berhenti pada persoalan pencatatan pendapatan. Komisi menyimpulkan bahwa apabila transaksi dilaporkan secara akurat, Manchester City akan melampaui batas pengeluaran yang ditetapkan dalam regulasi finansial Premier League maupun UEFA dengan jumlah yang sangat besar. Sejumlah pembayaran terkait kontrak dan hak citra juga menjadi bagian yang diperiksa dalam proses panjang tersebut. Penyelidikan Premier League terhadap City telah dimulai sejak Desember 2018 sebelum perkara akhirnya dibawa kepada komisi independen pada Februari 2023. Sidang komisi berlangsung selama 42 hari dan berakhir pada Desember 2024.
Komisi juga memberikan perhatian terhadap sikap Manchester City selama proses penyelidikan. City dinyatakan bersalah atas tiga dari empat dakwaan yang berkaitan dengan kegagalan bekerja sama dengan Premier League. Putusan komisi menyebut terdapat upaya untuk menghambat penyelidikan dan memberikan penjelasan yang dinilai tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Sejumlah keterangan saksi yang diajukan klub juga dinilai tidak benar dalam beberapa bagian penting. Temuan tersebut menjadi unsur tambahan dalam perkara selain pelanggaran finansial yang menjadi pokok pemeriksaan.
Meski putusan mengenai pelanggaran telah diterbitkan, konsekuensi olahraga maupun finansial yang akan diterima Manchester City belum ditentukan. Premier League menegaskan tahap penentuan sanksi merupakan bagian tersendiri dari proses perkara. Karena itu, berbagai kemungkinan hukuman yang beredar belum dapat dianggap sebagai keputusan resmi. Chief Executive Premier League Richard Masters menyebut perkara tersebut sebagai kasus paling signifikan dalam sejarah kompetisi dan menyatakan proses berikutnya akan dijalankan untuk memberikan kepastian kepada klub serta pendukung. Tahapan penentuan hukuman akan menjadi perhatian besar karena putusan tersebut berkaitan dengan pelanggaran selama periode yang panjang.
Manchester City tetap membantah telah melakukan kesalahan sebagaimana diputuskan komisi independen. Klub menyatakan kecewa dan terkejut terhadap hasil tersebut serta menilai putusan mengandung kesalahan material dalam aspek hukum, prinsip, dan fakta. City juga menyatakan memiliki bukti yang menurut mereka mendukung posisi klub dalam perkara tersebut. Jalur banding pun akan digunakan untuk menantang kesimpulan komisi. Klub memiliki waktu hingga Jumat untuk secara resmi mengajukan banding terhadap putusan tersebut.
Putusan komisi membuat kasus yang telah berlangsung bertahun-tahun memasuki fase baru, tetapi belum menjadi akhir dari perselisihan Manchester City dengan Premier League. Fokus selanjutnya akan tertuju pada proses banding dan penentuan sanksi apabila putusan pelanggaran tetap berlaku. Sampai tahapan tersebut selesai, belum ada keputusan resmi mengenai pengurangan poin, denda, degradasi, pencabutan gelar, ataupun bentuk hukuman lainnya. City akan berusaha membatalkan atau mengubah putusan melalui jalur hukum yang tersedia, sementara Premier League melanjutkan proses sesuai mekanisme kompetisi. Dengan demikian, dampak akhir kasus terhadap Manchester City dan catatan kompetisi Premier League masih menunggu rangkaian keputusan berikutnya.





