Jakarta, 2 September 2026 – Kisah medis tak biasa terjadi di Bologna, Italia, ketika dokter menemukan hewan kecil yang masih hidup di dalam saluran pencernaan seorang wanita berusia 82 tahun. Hewan tersebut terlihat keluar saat tim bedah melakukan operasi untuk mengatasi penyumbatan usus halus. Peristiwa itu kemudian menarik perhatian karena sekilas tampak sulit dijelaskan bagaimana makhluk hidup dapat bertahan di dalam tubuh manusia. Di tengah kehebohan tersebut, muncul pula pertanyaan di masyarakat mengenai kemungkinan kaitannya dengan santet atau praktik supranatural. Namun, penjelasan medis terhadap kasus tersebut justru mengarah pada kemungkinan yang jauh lebih alamiah.
Pasien sebelumnya mengalami nyeri perut hebat yang semakin memburuk selama sekitar empat hari. Keluhan tersebut disertai sembelit, mual dan muntah sehingga pasien kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan. Kondisi perutnya tampak membesar dan terasa nyeri ketika ditekan. Pemeriksaan darah juga menunjukkan peningkatan sel darah putih yang mengindikasikan adanya respons peradangan atau infeksi. Sementara itu, hasil CT scan memperlihatkan adanya benda padat yang menyumbat bagian usus halus.
Dokter kemudian memutuskan melakukan operasi laparotomi karena penyumbatan usus dapat berkembang menjadi kondisi serius. Jika aliran darah ke bagian usus terganggu, jaringan dapat mengalami kerusakan dan menimbulkan komplikasi yang mengancam keselamatan pasien. Saat pembedahan berlangsung, dokter menemukan gumpalan material tanaman yang tidak tercerna dengan ukuran sekitar 5,5 sentimeter. Gumpalan tersebut dikenal sebagai phytobezoar dan menjadi penyebab penyumbatan pada usus pasien. Namun, kejutan terjadi ketika dari balik gumpalan tersebut muncul hewan kecil yang masih hidup dan kemudian bergerak di atas kain steril operasi.
Tim medis langsung menangkap hewan tersebut untuk memastikan jenisnya melalui pemeriksaan lebih lanjut. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa hewan itu bukan serangga dalam pengertian biologis yang umum, melainkan isopoda darat atau terrestrial isopod. Hewan ini masih termasuk kelompok krustasea dan memiliki hubungan kekerabatan dengan hewan seperti udang dan kepiting. Dalam kehidupan sehari-hari, isopoda darat lebih sering dikenal dengan sebutan kutu kayu atau pill bug. Temuan tersebut menjadi sangat tidak biasa karena hewan itu ditemukan dalam gumpalan serat tumbuhan di saluran pencernaan pasien.
Dugaan dokter mengenai bagaimana hewan tersebut dapat masuk ke tubuh pasien juga tidak berkaitan dengan hal-hal supranatural. Isopoda darat hidup di lingkungan yang berhubungan dengan tumbuhan dan dapat ditemukan pada bahan tanaman. Pasien diduga tidak sengaja menelan hewan tersebut bersama buah atau sayuran segar yang tidak dicuci secara menyeluruh. Hewan itu kemudian diduga berada di antara material tumbuhan yang tidak tercerna hingga akhirnya ikut terperangkap dalam gumpalan phytobezoar. Kondisi tersebut memberikan penjelasan biologis terhadap keberadaannya tanpa harus menghubungkannya dengan santet.
Pertanyaan mengenai santet muncul karena masyarakat sering mengaitkan kejadian medis yang tidak biasa dengan kepercayaan tertentu. Namun, temuan hewan di dalam saluran pencernaan pasien dalam kasus ini memiliki penjelasan yang dapat ditelusuri melalui proses medis dan biologis. Tidak ada informasi medis dalam kasus tersebut yang menunjukkan adanya bukti santet sebagai penyebab. Justru pemeriksaan terhadap hewan yang ditemukan memberikan petunjuk mengenai kemungkinan jalur masuknya makhluk tersebut ke tubuh pasien. Karena itu, menghubungkan kasus tersebut secara langsung dengan santet tidak memiliki dasar medis berdasarkan informasi yang tersedia.
Setelah gumpalan yang menyumbat usus berhasil dikeluarkan dan hewan tersebut diamankan untuk diperiksa, kondisi pasien dilaporkan membaik. Kasus ini sekaligus menunjukkan bahwa benda atau organisme yang masuk ke saluran pencernaan tidak selalu langsung menyebabkan gejala yang mudah dikenali. Material makanan yang sulit dicerna dapat membentuk gumpalan dan dalam kondisi tertentu menyebabkan penyumbatan usus. Karena itu, keluhan seperti sakit perut berat yang berlangsung beberapa hari, muntah dan sulit buang air besar perlu mendapatkan perhatian medis, terutama jika disertai perut membuncit atau nyeri yang semakin parah.
Kejadian di Italia tersebut pada akhirnya lebih tepat dipandang sebagai kasus medis langka daripada bukti adanya fenomena mistis. Keberadaan isopoda hidup di dalam gumpalan serat tumbuhan memang mengejutkan, tetapi dugaan tertelannya hewan bersama makanan memberikan penjelasan yang masuk akal secara biologis. Masyarakat juga tidak perlu langsung menarik kesimpulan supranatural ketika menemukan kasus kesehatan yang tidak biasa. Pemeriksaan dokter, pencitraan medis dan analisis laboratorium tetap menjadi dasar utama untuk mengetahui penyebab suatu kondisi. Dalam kasus ini, fakta medis menunjukkan bahwa kejadian tersebut dapat dijelaskan melalui proses pencernaan dan kemungkinan kontaminasi bahan makanan, bukan santet.






