Jakarta, 10 September 2026 – Keluarga Celeste Rivas Hernandez mengambil langkah hukum baru dalam kasus kematian remaja berusia 14 tahun yang menyeret penyanyi D4vd atau David Anthony Burke. Orang tua Celeste, Mercedes Martinez dan Jesus Rivas, mengajukan gugatan perdata atas kematian anak mereka ke Pengadilan Tinggi Los Angeles County. Gugatan tersebut diajukan ketika D4vd juga sedang menghadapi proses pidana atas tuduhan pembunuhan Celeste. Selain menuntut pertanggungjawaban secara perdata, keluarga menyatakan ingin melihat hukuman paling berat dijatuhkan apabila penyanyi berusia 21 tahun itu nantinya dinyatakan bersalah. Mereka secara terbuka meminta jaksa mempertimbangkan hukuman mati dalam perkara tersebut. Meski demikian, keputusan untuk menuntut hukuman mati berada di tangan kejaksaan dan belum ditetapkan hingga saat ini.
Gugatan keluarga Celeste tidak hanya ditujukan kepada D4vd, tetapi juga mencantumkan sejumlah pihak yang berkaitan dengan aktivitas pribadi maupun profesional sang penyanyi. Di antara pihak yang disebut terdapat perusahaan dan manajemen yang menangani karier D4vd, beberapa pengelola keuangannya, seorang petugas keamanan yang tinggal bersamanya, serta ibu sang penyanyi. Keluarga mendalilkan pihak-pihak tersebut mengetahui atau seharusnya mengetahui hubungan tidak pantas antara D4vd dan Celeste yang masih di bawah umur. Mereka juga menuduh berbagai fasilitas seperti tempat tinggal, transportasi, perjalanan, komunikasi, dan pengamanan telah memungkinkan D4vd memiliki akses terhadap Celeste. Tuduhan tersebut merupakan bagian dari gugatan perdata dan masih harus dibuktikan melalui proses pengadilan. Pihak-pihak yang digugat memiliki kesempatan untuk memberikan tanggapan serta membantah tuduhan yang diajukan terhadap mereka.
Perkara ini bermula setelah jasad Celeste ditemukan dalam kondisi telah membusuk dan terpotong-potong di bagian depan mobil Tesla yang terdaftar atas nama D4vd pada 8 September 2025. Kendaraan tersebut sebelumnya ditemukan terbengkalai di sekitar kediaman penyanyi di Hollywood Hills sebelum akhirnya diderek menuju tempat penyimpanan kendaraan di Los Angeles. Petugas kemudian mencium bau menyengat dari kendaraan dan menghubungi kepolisian. Pemeriksaan mengungkap keberadaan jasad Celeste di dalam mobil tersebut. Penemuan itu memicu penyelidikan panjang yang akhirnya mengarah kepada D4vd. Penyanyi yang dikenal melalui lagu-lagu populer di platform digital tersebut kemudian ditangkap pada April 2026 dan menghadapi sejumlah dakwaan serius.
Jaksa menuduh D4vd membunuh Celeste pada April 2025 di kediamannya di Hollywood Hills. Berdasarkan konstruksi perkara yang disampaikan dalam proses pengadilan, Celeste diduga mengalami penusukan sebelum jasadnya kemudian dimutilasi. Jaksa juga mendalilkan bahwa sejumlah barang dibeli setelah waktu kematian yang diduga, termasuk peralatan yang kemudian dikaitkan dengan upaya menghilangkan jejak. Bukti forensik yang dipaparkan dalam sidang pendahuluan antara lain mencakup temuan darah dengan profil DNA yang sesuai dengan korban di garasi kediaman D4vd. Sejumlah fragmen plastik juga disebut ditemukan bersama jasad dan dikaitkan dengan barang yang sebelumnya dibeli. Seluruh uraian tersebut merupakan tuduhan penuntut dan belum menjadi putusan akhir mengenai kesalahan terdakwa.
Motif yang dikemukakan jaksa berkaitan dengan hubungan D4vd dan Celeste sebelum kematian remaja tersebut. Penuntut mendalilkan keduanya mulai berkomunikasi ketika Celeste masih berusia sangat muda dan kemudian memiliki hubungan seksual ketika korban berusia 13 tahun, sementara D4vd berusia 18 tahun. Hubungan tersebut dinilai melanggar hukum karena Celeste belum mencapai usia yang memungkinkan persetujuan seksual secara sah. Jaksa juga menunjukkan sejumlah pesan yang diklaim memperlihatkan ketegangan di antara keduanya menjelang kematian Celeste. Remaja tersebut disebut sempat mengancam akan mengungkap hubungan mereka kepada publik, sesuatu yang menurut jaksa berpotensi merusak karier musik D4vd yang saat itu sedang berkembang pesat. Dugaan motif tersebut kini menjadi salah satu bagian penting dari perkara yang akan diuji lebih lanjut di persidangan.
Pada Juli 2026, hakim memutuskan bukti yang diajukan jaksa dalam sidang pendahuluan cukup untuk membawa D4vd ke persidangan atas tuduhan yang dihadapinya. Ia didakwa antara lain atas pembunuhan tingkat pertama, tindakan seksual terhadap anak di bawah umur, serta mutilasi jasad. D4vd telah menyatakan tidak bersalah terhadap tuduhan tersebut dan tetap memiliki hak atas asas praduga tak bersalah sampai terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum. Tim pembela sebelumnya juga mempertanyakan sejumlah bagian konstruksi perkara penuntut, termasuk bukti mengenai keberadaan Celeste di rumah D4vd pada waktu yang disebut sebagai periode terjadinya pembunuhan. Tidak adanya saksi langsung terhadap pembunuhan juga menjadi salah satu hal yang disoroti pembela. Persidangan nantinya akan menjadi tempat bagi penuntut dan pembela untuk menguji seluruh bukti secara lebih menyeluruh.
Perkembangan lain terjadi ketika tim pengacara pribadi D4vd yang sebelumnya menangani perkara mengundurkan diri pada akhir Agustus. Penyanyi tersebut kemudian mendapatkan pendampingan dari kantor pembela umum Los Angeles County setelah pengadilan menyatakan dirinya memenuhi persyaratan untuk mendapatkan pengacara yang ditunjuk negara. Tidak dijelaskan secara terperinci alasan tim hukum sebelumnya meninggalkan perkara tersebut. Perubahan pengacara terjadi ketika kasus memasuki tahap penting setelah keputusan hakim membawa D4vd ke persidangan. Ia tetap berada dalam tahanan tanpa jaminan sambil menunggu proses berikutnya. Perkara dijadwalkan kembali menjalani agenda pengadilan pada Oktober sebelum proses persidangan utama berlangsung.
Di tengah proses pidana tersebut, keluarga Celeste menyampaikan pernyataan emosional menjelang hari yang seharusnya menjadi ulang tahun ke-16 putri mereka. Keluarga mengatakan hukuman mati layak dipertimbangkan apabila D4vd akhirnya terbukti melakukan kejahatan sebagaimana yang dituduhkan. Mereka menilai kehilangan Celeste telah memberikan penderitaan besar bagi keluarga dan berharap sistem peradilan memberikan pertanggungjawaban yang setimpal. Namun, keluarga juga mengakui keputusan mengenai hukuman tidak berada di tangan mereka. Jaksa Los Angeles County Nathan Hochman sebelumnya menyatakan keputusan mengenai apakah penuntut akan meminta hukuman mati belum dibuat. Dengan demikian, permintaan keluarga merupakan sikap mereka sebagai keluarga korban dan belum menjadi tuntutan resmi jaksa.
California memiliki situasi hukum khusus mengenai hukuman mati karena hukuman tersebut masih terdapat dalam kerangka hukum negara bagian, tetapi pelaksanaan eksekusi berada dalam moratorium. Dalam perkara D4vd, jaksa menyatakan dakwaan yang dihadapi dapat membawa konsekuensi sangat berat apabila terbukti, termasuk kemungkinan hukuman mati atau penjara seumur hidup tanpa peluang pembebasan bersyarat. Namun, hukuman yang mungkin dijatuhkan baru dapat ditentukan setelah proses persidangan dan apabila terdakwa dinyatakan bersalah. Jaksa juga harus membuat keputusan tersendiri apabila ingin secara resmi mengejar hukuman mati. Faktor-faktor yang berkaitan dengan karakter tindak pidana, keadaan korban, bukti, dan ketentuan hukum akan menjadi bagian dari pertimbangan tersebut. Karena itu, desakan keluarga Celeste tidak otomatis membuat D4vd menghadapi tuntutan hukuman mati.
Gugatan perdata yang diajukan keluarga berjalan terpisah dari perkara pidana. Melalui gugatan tersebut, keluarga menuntut ganti rugi atas kematian Celeste serta berbagai kerugian lain yang mereka kaitkan dengan tindakan para tergugat. Dokumen gugatan juga memuat tuduhan mengenai kekerasan seksual terhadap anak, kelalaian, penahanan secara tidak sah, serta sejumlah klaim perdata lainnya. Besaran ganti rugi yang diminta belum ditentukan secara spesifik dan dapat menjadi bagian dari keputusan juri apabila perkara berlanjut hingga persidangan. Gugatan itu memperluas persoalan hukum karena tidak lagi hanya berfokus kepada tindakan yang dituduhkan kepada D4vd, tetapi juga mempertanyakan apakah orang-orang di sekitarnya memiliki tanggung jawab atas situasi yang dialami Celeste. Seluruh tuduhan terhadap pihak-pihak tambahan tersebut tetap harus diuji dan tidak dapat dianggap terbukti hanya berdasarkan isi gugatan.
Kasus kematian Celeste Rivas Hernandez kini memasuki fase hukum yang semakin kompleks dengan berlangsungnya perkara pidana sekaligus gugatan perdata dari keluarga. Fokus utama proses pidana tetap pada pembuktian apakah D4vd bertanggung jawab atas pembunuhan dan dakwaan lain yang diajukan terhadapnya. Sementara itu, gugatan keluarga akan menguji kemungkinan tanggung jawab perdata penyanyi tersebut dan pihak-pihak lain yang disebut dalam dokumen pengadilan. D4vd tetap menyatakan tidak bersalah dan belum dijatuhi hukuman apa pun atas dakwaan pembunuhan yang dihadapinya. Keputusan mengenai tuntutan hukuman mati juga masih berada dalam pertimbangan jaksa Los Angeles County. Dengan persidangan utama belum dimulai, rangkaian bukti, keterangan saksi, argumentasi penuntut, serta pembelaan terdakwa nantinya akan menentukan arah akhir salah satu kasus kriminal yang paling mendapat perhatian di industri musik Amerika Serikat tersebut.







