Jakarta, 9 September 2026 – Persaingan memperebutkan Ballon d’Or 2026 mulai mengerucut setelah daftar 30 pemain yang masuk nominasi resmi diumumkan pada Selasa (8/9). Sejumlah bintang yang tampil luar biasa bersama klub maupun tim nasional sepanjang musim 2025-2026 masuk dalam persaingan, mulai dari Harry Kane, Lamine Yamal, Kylian Mbappe, Erling Haaland hingga Lionel Messi. Penampilan di kompetisi domestik, Liga Champions, dan terutama Piala Dunia 2026 menjadi faktor besar yang dapat memengaruhi penilaian. Upacara penghargaan tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober 2026 di London Palladium Theatre, Inggris, sekaligus memperingati 70 tahun penyelenggaraan Ballon d’Or. Dari sederet kandidat tersebut, lima pemain memiliki modal yang sangat kuat untuk bersaing di posisi teratas.
Lamine Yamal menjadi salah satu kandidat yang paling banyak diperhitungkan setelah menjalani musim istimewa bersama Barcelona dan tim nasional Spanyol. Pemain berusia 19 tahun tersebut mencatatkan 25 gol dan 20 assist dari 57 pertandingan dalam periode penilaian Ballon d’Or. Tidak hanya menghasilkan statistik individu mengesankan, Yamal turut mengantarkan Barcelona menjuarai La Liga dan Piala Super Spanyol sebelum membantu Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2026. Kombinasi keberhasilan klub dan tim nasional membuat posisinya dalam persaingan jauh lebih kuat dibandingkan banyak kandidat lainnya. Apabila terpilih, Yamal akan menciptakan sejarah baru sebagai salah satu pemenang Ballon d’Or termuda sepanjang masa.
Meski demikian, Harry Kane dapat disebut sebagai pesaing paling serius sekaligus kandidat terdepan berdasarkan produktivitas individualnya. Penyerang Bayern Munich tersebut membukukan angka luar biasa dengan 73 gol dan delapan assist dalam 65 pertandingan bersama klub dan tim nasional. Kane juga meraih Bundesliga, DFB-Pokal, dan Piala Super Jerman bersama Bayern, sementara bersama Inggris dirinya mencetak enam gol di Piala Dunia 2026. Ketajamannya sepanjang musim membuat Kane mempunyai kombinasi statistik dan prestasi kolektif yang sulit ditandingi. Sejumlah proyeksi bahkan menempatkan kapten Inggris tersebut sedikit di depan Yamal dalam persaingan menuju penghargaan individual paling bergengsi di sepak bola itu.
Nama ketiga yang patut diperhitungkan adalah Kylian Mbappe meskipun Real Madrid tidak memperoleh trofi utama dalam periode penilaian. Kapten tim nasional Prancis tersebut tetap memperlihatkan ketajaman luar biasa dengan mengoleksi 58 gol dan 13 assist dalam 60 pertandingan. Produktivitas individual menjadi kekuatan terbesar Mbappe ketika dibandingkan dengan sejumlah pemain lain yang mempunyai koleksi gelar lebih lengkap. Namun, absennya trofi bersama Real Madrid berpotensi menjadi hambatan karena pemilih Ballon d’Or biasanya turut mempertimbangkan kontribusi pemain terhadap keberhasilan kolektif tim. Mbappe karena itu membutuhkan dukungan kuat dari performa individualnya untuk menyaingi Kane dan Yamal yang sama-sama memiliki musim penuh gelar.
Erling Haaland juga mempunyai alasan kuat untuk berada dalam kelompok lima kandidat teratas. Penyerang Manchester City tersebut menghasilkan 58 gol dan 11 assist dari 64 pertandingan serta membantu klubnya meraih Piala FA dan Piala Liga Inggris. Jumlah gol tersebut kembali memperlihatkan konsistensi Haaland sebagai salah satu penyerang paling produktif di dunia. Keberhasilannya mempertahankan level permainan tinggi bersama Manchester City membuat namanya kembali muncul dalam daftar 30 kandidat resmi. Tantangan Haaland terletak pada kenyataan bahwa pencapaian timnya belum sebesar sejumlah rival yang meraih gelar liga, Liga Champions, ataupun Piala Dunia, sehingga statistik individu akan menjadi modal utamanya dalam pemungutan suara.
Kandidat kelima yang layak masuk dalam persaingan adalah Lionel Messi, yang kembali masuk nominasi setelah sebelumnya absen dari daftar Ballon d’Or. Pemegang rekor delapan Ballon d’Or tersebut mencatatkan 45 gol dan 30 assist dalam 49 pertandingan bersama Inter Miami dan Argentina. Messi juga membawa Inter Miami menjuarai MLS serta membantu Argentina mencapai final Piala Dunia 2026. Total 75 kontribusi gol menunjukkan bahwa meski telah berada pada fase akhir karier, produktivitas Messi tetap berada pada level yang sangat tinggi. Kehadirannya dalam daftar kandidat sekaligus membuka kemungkinan sang megabintang kembali bersaing di posisi atas setelah terakhir memenangkan Ballon d’Or pada 2023.
Selain lima nama tersebut, persaingan sebenarnya masih memiliki sejumlah kandidat yang dapat mengubah peta pemungutan suara. Ousmane Dembele sebagai pemenang Ballon d’Or 2025 kembali masuk nominasi setelah mengemas 26 gol dan 14 assist serta membantu Paris Saint-Germain memenangkan Liga Champions, Ligue 1, Piala Interkontinental, Piala Super Eropa, dan Piala Super Prancis. Vitinha juga menjadi kandidat kuat setelah memainkan peran penting dalam keberhasilan PSG, sedangkan Michael Olise mencatatkan 27 gol dan 35 assist bersama Bayern Munich dan Prancis. Jude Bellingham, Vinicius Junior, Rodri, Declan Rice, hingga Lautaro Martinez turut berada dalam daftar 30 pemain. Banyaknya kandidat dengan prestasi berbeda membuat pemungutan suara Ballon d’Or 2026 berpotensi berlangsung ketat.
Yamal sendiri memilih tidak terlalu larut dalam pembicaraan mengenai peluang memenangkan penghargaan tersebut. Bintang Barcelona itu menilai pekerjaannya bersama klub dan tim nasional sudah menjadi bukti atas musim yang telah dijalani, sementara keputusan mengenai pemenang berada di luar kendalinya. Sikap tersebut muncul setelah dirinya membawa Spanyol menjadi juara dunia sekaligus menjalani musim domestik yang sukses bersama Barcelona. Prestasinya semakin menarik karena Yamal sebelumnya telah menjadi runner-up Ballon d’Or 2025 di belakang Dembele. Dengan usia yang baru 19 tahun, keberadaannya dalam persaingan teratas selama dua tahun berturut-turut memperlihatkan perkembangan yang sangat cepat menuju status salah satu pemain terbaik dunia.
Persaingan Ballon d’Or 2026 pada akhirnya berpotensi menjadi duel utama antara pencapaian individual luar biasa Harry Kane dan kombinasi prestasi klub serta tim nasional yang dimiliki Lamine Yamal. Kane mempunyai keunggulan berupa 73 gol sepanjang periode penilaian dan rangkaian trofi domestik bersama Bayern Munich, sementara Yamal membawa Barcelona menjuarai La Liga sekaligus menjadi bagian dari keberhasilan Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia. Mbappe dan Haaland menawarkan produktivitas gol yang tidak kalah impresif, sedangkan Messi memiliki kombinasi statistik, gelar MLS, dan perjalanan hingga final Piala Dunia bersama Argentina. Pemenang baru akan diketahui pada malam penghargaan di London pada 26 Oktober mendatang. Sampai saat itu, Yamal dan Kane berada di antara nama yang paling kuat untuk membawa pulang trofi Ballon d’Or 2026.





