Jakarta, 12 September 2026 – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh pekerja dan serikat buruh memperjuangkan hak serta menyampaikan aspirasi secara damai dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Penyampaian pendapat merupakan bagian dari hak warga negara yang harus dihormati, termasuk ketika buruh menyuarakan persoalan mengenai upah, kesejahteraan, perlindungan kerja, maupun regulasi ketenagakerjaan. Namun, pelaksanaannya diharapkan berlangsung tertib agar tidak menimbulkan gangguan keamanan atau merugikan masyarakat lainnya. Kapolri menekankan dialog menjadi salah satu cara penting untuk mencari jalan keluar dari berbagai persoalan hubungan industrial. Kepolisian juga berupaya memastikan kegiatan penyampaian aspirasi dapat berlangsung aman. Dengan komunikasi yang baik, kepentingan pekerja diharapkan dapat diperjuangkan tanpa menimbulkan konflik yang lebih luas.
Kapolri menilai buruh merupakan salah satu elemen penting dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Aktivitas industri, perdagangan, konstruksi, transportasi, hingga berbagai sektor jasa tidak dapat berjalan tanpa kontribusi tenaga kerja. Karena itu, persoalan yang berkaitan dengan kesejahteraan pekerja perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Hubungan industrial yang sehat harus memberikan ruang bagi perusahaan berkembang sekaligus memastikan pekerja memperoleh hak sesuai ketentuan. Keseimbangan tersebut menjadi penting untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan lapangan pekerjaan. Perlindungan pekerja pada akhirnya juga berpengaruh terhadap kesejahteraan keluarga dan daya beli masyarakat.
Penyampaian aspirasi melalui aksi demonstrasi merupakan salah satu saluran yang dapat digunakan buruh ketika ingin menyampaikan tuntutan kepada pemerintah maupun pihak lainnya. Kepolisian memiliki kewajiban melakukan pengamanan agar kegiatan tersebut dapat berjalan tanpa mengganggu keselamatan peserta maupun masyarakat. Pendekatan persuasif dan komunikasi dengan koordinator lapangan menjadi bagian penting sebelum dan selama aksi berlangsung. Peserta juga diharapkan mengikuti aturan mengenai lokasi, waktu, dan tata cara penyampaian pendapat. Apabila seluruh pihak menjalankan tanggung jawab masing-masing, demonstrasi dapat berlangsung sebagai bagian dari kehidupan demokratis yang tertib. Kondisi tersebut memungkinkan substansi tuntutan buruh mendapatkan perhatian tanpa tertutup oleh persoalan keamanan.
Kapolri juga mendorong komunikasi antara serikat pekerja, pemerintah, dan pengusaha terus diperkuat. Tidak seluruh persoalan hubungan industrial harus berakhir dalam aksi besar apabila terdapat mekanisme dialog yang dapat digunakan sejak awal. Perundingan dapat membantu setiap pihak memahami kepentingan dan keterbatasan masing-masing sebelum mengambil keputusan. Serikat pekerja dapat menyampaikan kondisi yang dihadapi anggota, sementara pengusaha dapat menjelaskan situasi perusahaan dan pemerintah bertindak sebagai regulator. Dialog yang dilakukan secara terbuka dapat memperkecil kesenjangan informasi yang sering menjadi sumber ketegangan. Apabila kesepakatan belum tercapai, mekanisme penyelesaian perselisihan tetap tersedia sesuai ketentuan.
Persoalan upah menjadi salah satu isu yang paling sering muncul dalam aspirasi pekerja. Buruh membutuhkan pendapatan yang mampu memenuhi kebutuhan hidup, sementara perusahaan harus mempertimbangkan kemampuan usaha dan produktivitas. Kebijakan pengupahan karena itu membutuhkan perhitungan yang dapat memberikan kepastian bagi kedua pihak. Perubahan harga kebutuhan pokok dan kondisi ekonomi juga memengaruhi daya beli pekerja sehingga menjadi bagian yang perlu diperhatikan. Pada saat yang sama, peningkatan produktivitas dapat memperluas ruang bagi pertumbuhan pendapatan. Pemerintah memiliki peran untuk membangun kebijakan yang menjaga keseimbangan tersebut sekaligus mencegah praktik pembayaran di bawah ketentuan.
Selain upah, kepastian kerja dan jaminan sosial juga menjadi bagian penting dari perlindungan buruh. Pekerja menghadapi berbagai risiko mulai dari kecelakaan, sakit, kehilangan pekerjaan, hingga memasuki usia pensiun. Sistem perlindungan sosial dibutuhkan agar risiko tersebut tidak langsung menyebabkan keluarga kehilangan seluruh sumber penghidupan. Perusahaan memiliki kewajiban memenuhi ketentuan yang berkaitan dengan kepesertaan pekerja dalam program perlindungan yang berlaku. Pengawasan perlu dilakukan agar hak yang telah ditetapkan tidak hanya tercantum dalam regulasi tetapi benar-benar diterima pekerja. Buruh juga perlu mendapatkan akses yang mudah ketika ingin melaporkan dugaan pelanggaran.
Keselamatan dan kesehatan kerja menjadi persoalan lain yang harus mendapatkan perhatian bersama. Setiap pekerja berhak menjalankan aktivitas di lingkungan yang memiliki standar keselamatan memadai. Perusahaan perlu melakukan identifikasi risiko, menyediakan alat perlindungan, serta memberikan pelatihan sesuai karakter pekerjaan. Pekerja pada saat yang sama harus mengikuti prosedur keselamatan yang telah ditetapkan. Kecelakaan kerja dapat menimbulkan dampak jangka panjang bagi korban maupun keluarganya sehingga pencegahan harus menjadi prioritas. Pengawasan yang konsisten diperlukan terutama pada sektor dengan tingkat risiko tinggi.
Dalam konteks pembahasan kebijakan ketenagakerjaan, Kapolri sebelumnya juga menekankan pentingnya regulasi yang memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pekerja. Aspirasi buruh mengenai aturan ketenagakerjaan perlu disampaikan melalui jalur yang tersedia agar dapat menjadi bagian dari proses pembentukan kebijakan. Pembahasan regulasi idealnya melibatkan berbagai pihak karena dampaknya akan dirasakan pekerja dan dunia usaha dalam jangka panjang. Perubahan dunia kerja akibat teknologi dan berkembangnya ekonomi digital juga perlu diperhitungkan. Bentuk hubungan kerja yang semakin beragam membutuhkan aturan yang mampu memberikan perlindungan tanpa menghambat penciptaan kesempatan kerja. Kepastian hukum menjadi kepentingan bersama bagi pekerja maupun pengusaha.
Kepolisian berharap komunikasi yang terbangun dengan organisasi buruh dapat membantu mencegah munculnya kesalahpahaman ketika terdapat aksi penyampaian pendapat. Koordinasi sebelum kegiatan memungkinkan aparat menyiapkan pengamanan dan pengaturan lalu lintas sesuai kebutuhan. Buruh juga dapat memperoleh informasi mengenai area yang dapat digunakan sehingga kegiatan berlangsung lebih tertib. Apabila muncul persoalan selama aksi, komunikasi dengan koordinator dapat digunakan untuk menyelesaikannya sebelum berkembang. Pendekatan tersebut diharapkan mengurangi penggunaan tindakan yang tidak diperlukan. Pengamanan pada prinsipnya diarahkan untuk melindungi hak peserta sekaligus menjaga aktivitas masyarakat lainnya.
Ajakan Kapolri agar buruh memperjuangkan hak secara damai pada akhirnya menekankan bahwa kebebasan menyampaikan aspirasi dan kewajiban menjaga ketertiban dapat berjalan bersamaan. Pekerja memiliki hak menyuarakan kepentingannya, sementara aparat bertanggung jawab memastikan kegiatan berlangsung aman dan sesuai ketentuan. Pemerintah dan dunia usaha juga perlu membuka ruang dialog agar aspirasi tidak berhenti pada penyampaian tuntutan tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan maupun kesepakatan. Hubungan industrial yang sehat membutuhkan kepercayaan dan komunikasi antara seluruh pihak. Ketika perbedaan dapat diselesaikan tanpa kekerasan, kepentingan pekerja dapat diperjuangkan sekaligus stabilitas masyarakat tetap terjaga. Pendekatan damai dan dialog diharapkan menjadi landasan dalam mencari penyelesaian terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan di Indonesia.





