Tasikmalaya, 5 Oktober 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menjembatani kolaborasi antara Tasikmalaya dan Bank Indonesia (BI) dalam upaya memperkuat pengembangan ekonomi kreatif di daerah. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas peluang pelaku usaha kreatif dalam meningkatkan kapasitas bisnis dan menjangkau pasar yang lebih luas. Sinergi lintas lembaga diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekosistem ekonomi kreatif lokal.
Tasikmalaya memiliki beragam potensi produk kreatif yang dapat terus dikembangkan melalui peningkatan kualitas dan penguatan daya saing. Pelaku usaha membutuhkan dukungan tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga pengelolaan usaha, pemasaran, pembiayaan, dan pemanfaatan teknologi digital. Kolaborasi menjadi salah satu cara untuk menghubungkan kebutuhan tersebut dengan program pendampingan yang tersedia.
Kemenekraf berperan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan agar program pengembangan ekonomi kreatif dapat berjalan lebih terarah. Keterlibatan BI diharapkan memperkuat aspek pemberdayaan usaha, literasi keuangan, serta pengembangan ekosistem transaksi yang semakin digital. Pendekatan tersebut dapat membantu pelaku ekonomi kreatif meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas akses terhadap konsumen.
Pengembangan ekonomi kreatif daerah juga membutuhkan kemampuan pelaku usaha dalam membangun identitas produk yang kuat. Kualitas, desain, kemasan, inovasi, serta strategi pemasaran menjadi faktor yang menentukan kemampuan produk lokal bersaing. Pendampingan yang berkelanjutan dapat membantu usaha kreatif naik kelas dan tidak hanya bergantung pada pasar di wilayah asal.
Digitalisasi turut membuka peluang lebih besar bagi produk kreatif Tasikmalaya untuk menjangkau konsumen nasional bahkan internasional. Pemanfaatan platform digital memungkinkan pelaku usaha memperluas pemasaran dengan biaya yang relatif lebih efisien. Namun, peningkatan literasi digital tetap diperlukan agar teknologi dapat digunakan secara optimal dan aman.
Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BI, komunitas, dan pelaku usaha menjadi penting untuk membentuk ekosistem yang saling mendukung. Setiap pihak dapat mengambil peran sesuai kapasitasnya, mulai dari peningkatan keterampilan hingga perluasan akses pasar. Penguatan jejaring tersebut diharapkan membuat pertumbuhan ekonomi kreatif memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja dan perekonomian daerah.
Melalui fasilitasi Kemenekraf, kolaborasi Tasikmalaya dan BI diharapkan berkembang menjadi program yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi pelaku ekonomi kreatif. Penguatan kapasitas usaha, digitalisasi, serta perluasan pasar dapat menjadi fondasi bagi produk lokal untuk semakin kompetitif. Langkah tersebut sekaligus mendukung ekonomi kreatif sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru di daerah.





