Jakarta, 22 September 2026 – Timnas Indonesia memusatkan perhatian pada upaya mengembalikan identitas permainan menjelang pertandingan pertama FIFA ASEAN Cup 2026 menghadapi Singapura. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat, 25 September 2026 pukul 20.00 WIB. Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengatakan tahap awal persiapan diarahkan untuk menanamkan kembali gaya permainan yang sebelumnya mampu berjalan dengan baik. Ia ingin para pemain kembali memahami karakter permainan yang menjadi dasar penampilan skuad Garuda. Setelah aspek tersebut diperkuat, tim pelatih akan menentukan pendekatan terbaik untuk meraih kemenangan atas Singapura.
Herdman menilai identitas permainan Indonesia telah terlihat dalam sejumlah pertandingan kandang pada Maret dan Juni lalu. Karena itu, ia ingin karakter tersebut kembali muncul ketika Indonesia menjalani pertandingan kompetitif di hadapan pendukung sendiri. Persiapan bukan hanya diarahkan pada aspek taktik untuk menghadapi kekuatan Singapura, tetapi juga bagaimana para pemain kembali memainkan sepak bola yang menjadi ciri tim. Herdman menempatkan kemenangan sebagai sasaran utama dalam pertandingan pembuka. Tambahan tiga poin dinilai penting untuk memberikan awal positif bagi perjalanan Indonesia di turnamen.
Pertemuan dengan Singapura juga memiliki latar belakang tersendiri bagi Indonesia. Kedua tim sebelumnya berhadapan pada fase grup Piala AFF 2026 dan pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Hasil tersebut membuat Singapura melanjutkan perjalanan ke semifinal, sementara Indonesia harus berhenti di fase grup. Herdman mengakui pertemuan kali ini memberikan motivasi tambahan kepada skuad Garuda. Namun, fokus utamanya tetap memastikan tim mampu menerapkan rencana permainan secara konsisten sejak awal pertandingan.
Evaluasi dari turnamen sebelumnya juga menjadi modal bagi tim pelatih dalam mempersiapkan pertandingan. Indonesia sempat menghadapi persoalan dalam membangun variasi serangan ketika berhadapan dengan pertahanan yang terorganisasi. Pada laga melawan Vietnam di Piala AFF 2026, misalnya, Indonesia tercatat terlalu sering mengandalkan umpan silang dan hanya menghasilkan tiga tembakan tepat sasaran dari sembilan percobaan. Pola serangan yang mudah terbaca membuat kreativitas lini depan menjadi terbatas. Kondisi tersebut memberikan gambaran mengenai aspek permainan yang perlu diperbaiki menjelang menghadapi Singapura.
Selain kemampuan menyerang, organisasi permainan menjadi bagian yang perlu dijaga ketika Indonesia kehilangan penguasaan bola. Herdman sebelumnya menekankan pentingnya kerapatan formasi ketika menyerang maupun bertahan serta organisasi transisi yang lebih baik. Keseimbangan tersebut diperlukan agar Indonesia tidak mudah memberikan ruang kepada lawan ketika serangan gagal diselesaikan. Dengan pertandingan berlangsung di kandang, Garuda berpeluang mengambil inisiatif permainan sejak awal. Namun, pendekatan menyerang tetap membutuhkan disiplin agar keseimbangan antarlini tidak mudah terganggu.
Indonesia juga tidak ingin hanya memusatkan perhatian pada Singapura karena persaingan Grup A masih menyisakan pertandingan berikutnya. Herdman turut menyoroti Bangladesh yang akan menjadi lawan Indonesia pada laga terakhir grup pada 1 Oktober. Ia mengenal Shamit Shome, salah satu pemain Bangladesh yang pernah dilatihnya dalam beberapa pemusatan latihan ketika masih menangani Kanada. Bangladesh juga memiliki Hamza Choudhury yang menjadi salah satu pemain berpengalaman dalam skuad mereka. Herdman menilai setiap peserta dapat memberikan tantangan sehingga Indonesia harus menjaga konsentrasi sepanjang turnamen.
Untuk saat ini, perhatian penuh diarahkan pada duel pembuka menghadapi Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Herdman ingin Indonesia kembali memainkan sepak bola yang menunjukkan identitas tim sekaligus memberikan hasil bagi para pendukung. Pertandingan pertama juga akan menjadi kesempatan melihat perkembangan skuad setelah evaluasi dari pertemuan kedua negara sebelumnya. Kemenangan akan memberikan modal penting sebelum Indonesia menjalani pertandingan selanjutnya di Grup A. Karena itu, pemulihan gaya permainan dan konsistensi sepanjang pertandingan menjadi bagian utama dalam persiapan Garuda menuju FIFA ASEAN Cup 2026.





